Jumat, 08 Januari 2016
ANDIKA DWI WIDIYANTORO
orang keren yang sudah keren dari lahhir....udah kece dari dulu itulah ANDIKA DWI WIDIYANTORO GUYS...
industry batu bata merah di Andoolo utama kab.Konawe Selatan
TUGAS
Geografi ekonomi
“industry batu bata merah”
Di susun oleh ;
ANDIKA DWI WIDIYANTORO
A1A414125
JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015
INDUSTRI YANG DAPAT DIKEMBANGKAN DI DESA SILEA JAYA KEC.ANDOOLO UTAMA KAB.KONAWE SELATAN SALAH SATUNYA ADALAH BATU BATA
*Didaerah desa silea jaya kec.andoolo utama kab.konawe selatan,merupakan daerah yg menyimpan kekayaan dibidang kesuburan tanah dan masyarakat pd umumnya bekerja sebagai petani termasuk mengolah bukit-bukit untuk digunakan batu bata merah yg merupakan salah satu potensi yg dapat dikembangkan selain dari hasil-hasil pertanian karna seperti yg kita ketahui bersama bahan baku batu bata merah didaerah desa silea jaya kec.andoolo utama kab.konawe selatan sangat mendukung dan melimpah sehingga banyak industry batu bata merah bermunculan didaerah tersebut.
PENGENALAN BATU BATA
A. PENGERTIAN BATU BATA
Batu bata adalah sebuah gumpalan batu yang dibuat dari campuran tanah liat dan tanah abu yang dibakar dan dibentuk seperti balok sebagai bahan pokok membuat suatu bangunan ataupun konstruksi.
Menurut NI-10, SII-0021-78 :
“Batu bata adalah bahan bangunan yang diperuntukkan untuk kontruksi, dibuat dari tanah liat atau tanpa campuran bahan lain, dibakar dengan suhu yang tinggi, sehinga tidak mudah hancur bila direndam.”Batu bata merupakan salah satu bahan material sebagai bahan pembuat dinding. Batu bata terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah merahan. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan batu bata semakin menurun. Munculnya material-material baru seperti gipsum dan bambu yang telah diolah, cenderung lebih dipilih karena memiliki harga lebih murah dan secara arsitektur lebih indah.
Batu Bata dalam sebuah bangunan rumah memiliki peranan yang sangat vital, seindah apapun rumah tanpa batu bata belum bisa dikatakan sebuah rumah. Namun seiring perkembangan arsitektur, batu bata tak hanya sebatas pelindung sebuah rumah semata, kini peranan batu bata bergeser kearah yang lebih luas.
Sifat bata dalam penggunaan sebagai bahan bangunan :
a. Ukuran dan bentuk bata
b.Kematangan
c.Berat jenis bata
d. Kekuatan tekan
e.Daya absorbsi
f.Pengaruh bahan
g.Pengaruh garam
h.Bebas dari retak
B.PROSES PEMBUATAN BATU BATA/MEKANISME KERJA
1.Sediakan alat dan bahan yang akan digunakan
Bahan :
a. Tanah liat
b.Pasir
c.Air
d.Sekam padi
e.Kayu
Kayu ini berfungsi untuk membakar batu bata. Banyaknya kayu yang dibutuhkan bergantung pada banyaknya bata yang akan dibakar.
Alat :
a.Mesin bajak
Alat ini digunakan untuk mengaduk semua bahan supaya tercampur merata.
b. Gerobak
Digunakan untuk mengangkut hasil adukan ketempat pencetakan.
c. Alat cetak dan meja cetak
Alat cetak dan meja cetak terbuat dari kayu dan alat cetak ini memiliki 6 kolom,
d. Cangkul
Cangkul ini berpungsi untuk menggali tanah atau mengaduk tanah.
e. Plastik
Plastik ini berpungsi untuk menutupi batu bata yang sudah di cetak dan yang sudah melalui proses pengadukan, untuk menghindari guyuran air hujan. Batu bata yang baru saja di cetak bila terkena air hujan bisa merusak batu bata dan akan memperlambat keringnya batu bata.
2.Proses Pengolahan Tanah
Sediakan tanah yang akan di cetak dengan cara:
a.Cangkul tanah liat yang akan digunakan untuk adukan .
b.Masukkan tanah kedalam kolam tempat pengadukan.
c.Tambahkan air secukupnya.
d Tambahkan pasir. Perbandingan tanah liat dan pasir = 1 : 2
e. Nyalakan mesin bajak, giling sampai semua bahan tercampur rata.
f. Setelah campuran merata hentikan pengadukan.
g. Angkut campuran bahan ketempat pencetakan.
3. Proses pencetakan
a. Setelah proses pengolahan tanah selesai, angkat tanah ketempat pencetakan, diamkan selama setengah sampai satu hari sambil ditutup dengan plastik.
b. Sebelum kita melakukan pencetakan , taburi cetakan dengan abu terlebih dahulu agar cetakan tidak lengket. Begitu juga dengan meja cetaknya.
c. Ambil tanah yang telah didiamkan tadi, letakkan dan masukkan dalam cetakan yang telah di letakkan di atas meja. Kemudian pukulkan tanah yang telah di masukkan ke dalam cetakan itu agar tanah benar-benar padat.
d. Angkat cetakan dengan sedikit menggoyangkannya, hingga bata keluar dari cetakan.
4. Proses Pengeringan bata
a. Setelah dicetak, kemudian batu bata yang masih basah di susun memanjang dan melebar sesuai kapasitas tempat.
b. Setelah disusun batu bata tersebut di angin-anginkan untuk di keringkan, proses pengeringan waktunya 1 minggu bila keadaan cuaca panas, tapi jika keadaan cuaca hujan atau mendung bisa memakan waktu lebih lama. Tujuan di keringkan supaya daya ikatan bahan tanah kuat dan tidak mudah patah.
c. Usahakan bata yang di keringkan jangan terlalu terkena sinar matahari karena akan membawa dampak negatif bagi kualitas bata
5. Proses Pembakaran Bata
a. Setelah batu bata tadi benar-benar kering maka batu bata kering tersebut dibakar selama di 1 minggu waktunya siang-malam disebuah ruangan ,atau di sebut Open batu bata yang ruang pembakarannya bisa menampung 15.000 – 20.000 bata. Bahan bakarnya berupa kayu bakar atau menggunakan sekam.
b. Setelah itu batu bata disusun, lalu diatas tumpukkan batu bata diberi genteng, agar panasnya merata selain itu juga ,mengurangi asap dari pembakaran itu.
c. Dalam proses pembakaran diperlukan 3 orang pekerja, karena untuk bergilir menjaga kestabilan panas, agar batu bata yang dihasilkan berkualitas. Bahan bakar yang dipakai adalah kayu. Karena dengan kayu ,pembakarnnya cepat selesai selain itu juga pembakaran dengan kayu, panas yang ditimbulkan sangat besar dari pada memakai sekam.
d. Setelah pembakaran selesai tumpukkan batu bata tersebut di buka pelahan – lahan dan diangin- anginkan selama 4 hari.
6.Pendinginan Bata
Pendinginan bata di lakukan selama 1 minggu dan di susun di tempat yang teduh kemudian bata siap di perjual belikan.
*IDENTITAS MESIN
Mesin bata yang digunakan pada proses pengadukan bisa didapatkan dipasaran. Menurut sumber yang kami terima, ada mesin bata yang di perjual belikan di pasaran, tapi tidak ada merk khusus. Mesin yang digunakan sama dengan mesin untuk membajak disawah.
*PRODUKSI
Dalam satu hari pabrik ini bisa menghasilkan 1500 bata siap cetak dengan ukuran dan dimensi :
Panjang : 10 cm
Lebar : 5 cm
Tebal : 4.5 cm
*PEMASARAN
Dari segi pemasaran, batu bata ini masih dipasarkan di toko-toko terdekat dan sekitar daerah konawe selatan. Karena usaha batu bata ini masih kecil-kecilan dan masih baru, jadinya pemasarannya cuma dalam cangkupan lokal.
Untuk pemasaran, pelanggan bisa langsung datang kepabrik tempat pencetakan dan pabrik bata ini juga menyediakan jasa pengangkutan bagi pelanggan yang tidak mempunyai transportasi untuk mengangkut sendiri.Di pabrik ini, batu bata dihargai Rp. 400 / biji kalau pelanggan langsung datang kepabrik, tapi harga bisa berubah jika memakai jasa pengangkutan dari pabrik.
C.FAKTOR PRODUKSI YG DIKEMBANGKAN
Faktor produksi yang dikembangkan,berhubungan dengan melimpahnya bahan baku yaitu kualitas hasil produksi serta alat-alat yang digunakan harus dikembangkan agar menghasilkan produk yang lebih berkualitas tinggi sehingga dapat bersaing dipasar yang lebih luas yaitu pemasaran kedaerah lain misalya kendari dan daerah lain.
D.ALASAN MEMILIH INDUSTRI
Berbagai faktor yang ikut dipertimbangkan dalam menentukan lokasi, antara lain ketersediaan bahan baku, upah buruh, jaminan keamanan, fasilitas penunjang, daya serap pasar lokal, dan aksesibilitas dari tempat produksi ke wilayah pemasaran yang dituju, stabilitas politik suatu daearah, dan kebijakan daerah (peraturan daerah).
*teori tempat yg sentral
Didaerah desa.silea jaya kec.andoolo utama kab.konawe selatan terdapat bahan baku yang melimpah yaitu tanah liat yg sangat mudah didapatkan serta batu bata merah merupakan bahan pokok membuat suatu bangunan ataupun konstruksi sehingga tidak mengalami kesulitan dalam hal pemasaran karna daerah konawe selatan merupakan daerah yg sedang berkembang sehingga banyak pembangunan/kontruksi di daerah tersebut. contohnya pembangunan perkantoran didaerah ibu kota konawe selatan yg sangat membutuhkan banyak bahan baku dalam hal ini batu bata merah yg merupakan alasan industry batu bata merah bermunculan didaerah konawe selatan.serta aksesbilitas didaerah konawe selatan cukup baik sehingga sangat mendorong berkembangnya industry tersebut.
Kamis, 07 Januari 2016
PERAN ENERGI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Energi memiliki peran penting dan tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan manusia. Terlebih, saat ini hampir semua aktivitas manusia sangat tergantung pada energi. Berbagai alat pendukung, seperti alat penerangan, motor penggerak, peralatan rumah tangga, dan mesin-mesin industri dapat difungsikan jika ada energi. terdapat dua kelompok besar energi yang didasarkan pada pembaharuan. Dua kelompok tersebut adalah energi terbarukan dan energi yang tersedia terbatas di alam. Energi terbarukan ini meliputi energi matahari, energi air, energi listrik, energi nuklir, energi minyak bumi dan gas sedangkan energi yang tersedia terbatas dialam meliputi energi yang berasal dari fosil/energi mineral dan batubara. Pada dasarnya, pemanfaatan energi –energi tersebut sudah dilakukan sejak dahulu. Pemanfaatan energi yang tidak dapat diperbaharui secara berlebihan dapat menimbulkan krisis energi. Energi menjadi komponen penting bagi kelangsungan hidup manusia karena hampir semua aktivitas kehidupan manusia sangat tergantung pada ketersediaan energi yang cukup. Dewasa ini dan beberapa tahun ke depan, manusia masih akan tergantung pada sumber energi fosil karena sumber energi fosil inilah yang mampu memenuhi kebutuhan energi manusia dalam skala besar.
Sedangkan sumber energi alternatif /terbarukan belum dapat memenuhi kebutuhan energi manusia dalam skala besar karena fluktuasi potensi dan tingkat keekonomian yang belum bisa bersaing dengan energi konvensional. Di lain pihak, manusia dihadapkan pada situasi menipisnya cadangan sumber energi fosil dan meningkatnya kerusakan lingkungan akibat penggunaan energi fosil. Kelangkaan energi tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di negara lain. Pasalnya, populasi manusia yang terus bertambah setiap tahun mengakibatkan permintaan terhadap energi juga meningkat. Di indonesia terdapat potensi sumber energi terbarukan yang masih belum di manfaatkan secara optimal. Apalagi di negara kita ini masih bergantung kepada sumber energi fosil yang ketersediaannya terbatas di alam. Sumber energi terbarukan yang ada di indonesia contohnya yaitu energi angin, energi air, energi matahari, energi gelombang pasang surut, energi panas bumi dll.
Melihat kondisi tersebut maka saat ini sangat diperlukan pengetahuan tentang peran energy dalam kehidupan manusia. di mana manusia sangat tergantung pada ketersediaan energy yang di dalamnya akan membahas mengenai perkembangan industry, penggunaan sumber-sumber energy, dan peningkatan konsumsi energy.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini, diantaranya:
1. Bagaimana perkembangan industry di dunia?
2. Apa saja penggunaan sumber-sumber energy?
3. Bagaimana peningkatan konsumsi energy di Indonesia?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini yaitu:
1. Untuk mmengetahui perkembangan industry di di dunia!
2. Untuk mengetahui apa saja yang menjadi penggunaan sumber-sumber energy!
3. Untuk mengetahui bagaimana peningkatan konsumsi energy di Indonesia!
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Perkembangan industry
Revolusi industri merupakan suatu perubahan secara cepat dibidang ekonomi yaitu dari kegiatan ekonomi agraris ke ekonomi industri yang menggunakan mesin dalam mengolah bahan mentah menjadi bahan siap pakai. Istilah “Revolusi Industri” diperkenalkan oleh Friedrich dan Louis Auguste Blanqui pada pertengahan abad ke 19. Revolusi yang pertama terjadi di Inggris sekitar tahun 1760.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi di Inggris sangat maju karena didukung oleh faktor keamanan dan politik Inggris. Penelitian-penelitian ilmiah yang dibantu oleh modal yang besar, banyak dilakukan, sehingga pabrik-pabrik besar juga dapat dibangun. Faktor penemu lain ialah penemuan yang dilakukan oleh Abraham Darby, seorang insinyur berkebangsaan Inggris yang berhasil menggunakan batu bara (coke) untuk melelehkan besi dan mendapatkan nilai besi yang lebih sempurna. Perkembangan tersebut menjadi pendorong munculnya masyarakat modern.
Pada perkembangan selanjutnya, dengan ditemukannya mesin uap yang bisa dipergunakan sebagai penggerak mesin berat, sistem pabrik semakin berkembang. Pada gilirannya, sistem kerja mesin-mesin dalam pabrik ini kemudian melahirkan temuan-temuan mesin baru yang mendorong lahirnya industri-industri besar berikutnya.
Faktor yang melatar belakangi terjadinya Revolusi Industri adalah terjadinya revolusi ilmu pengetahuan pada abad ke 16 dengan munculnya para ilmuwan seperti Francis Bacon, Rene Decartes, Galileo Galilei serta adanya pengembangan riset dan penelitian dengan pendirian lembaga riset seperti The Royal Improving Knowledge, The Royal Society of England, dan The French Academy of Science. Adapula faktor dari dalam seperti ketahanan politik dalam negeri, perkembangan kegiatan wiraswasta, jajahan Inggris yang luas dan kaya akan sumber daya alam.
Selain faktor diatas adapun faktor-faktor lain penyebab revolusi industri :
1. Terciptanya stabilitas politik.
2. Inggris kaya bahan tambang, misalnya batu bara, bijih besi, timah, wol.
3. Penemuan baru dibidang tekhnologi mempermudah cara kerja dan meningkatkan hasil produksi.
4. Majunya pelayaran dan perdagangan yang dapat menyediakan modal besar untuk bidang usaha.
5. Pemerintah memberikan perlindungan hukum terhadap hasil-hasil penemuan baru (hak paten), sehingga mendorong kegiatan penelitian ilmiah.
6. Adanya arus urbanisasi sebagai akibat Revolusi Agraria di pedesaan.
Tahap-tahap perkembangan industri :
1. Domestic system (home industry)
Orang bekerja di rumah masing-masing dengan alat yang mereka miliki sendiri. Setelah kerajinan jadi, disetorkan pada pengusaha dan upah diperoleh berdasarkan jumlah barang yang dikerjakan.
2. Manufaktur
Ada tempat bekerja khusus dan majikan mengawasi cara kerja serta mutu produksinya. Biasanya tempat bekerja ada dibelakang rumah majikan, bagian tengah untuk tempat tinggal dan bagian depan rumah sebagai toko untuk menjual produk.
3. Factory system
Dalam tahap ini industri sudah mulai menggunakan mesin. Tempatnya didaerah industri yang telah ditentukan. Pabrik hanyalah sebagai tempat kerja, sedangkan majikan tinggal ditempat lain. Demikian toko dijadikan sebagai tempat pemasaran hasil industri didirikan ditempat lain. Jumlah tenaga kerjanya mencapai puluhan bahkan ratusan.
Kemunculan Revolusi Industri
Revolusi industri pertama terjadi di Inggris sekitar tahun 1750 an. Terjadinya Revolusi Industri ini dimulai saat ditemukannya mesi-mesin yang bertenaga uap/listrik mulai menggantikan tangan-tangan manusia dalam melakukan berbagai pekejaan. Saat itu pekerjaan tangan ini tidak dominan lagi dan mulai tergantikan dengan mesin-mesin.
Tahun 1800-an dapat dipastikan bahwa revolusi industri ini mulai menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika. Momentum yang terpenting adalah peristiwa yang terjadi di Amerika dimana para pekerja berpendidikan dan terampil mulai memproduksi produk-produk dalam jumlah yang banyak (massal). Perkembangan ini mulai ditandai dengan munculnya pabrik-pabrik besar, dan tentunya membutuhkan sarana-prasaran angkutan, dan mulai dibangungnya infrastruktur jalur distribusi. Maka pada Tahun 1850 (revolusi industri ke-2) mulai dibuat jalur kereta api.
Pada Tahun 1900-an Revolusi industri mulai menyebar ke Rusia, China dan Asia tenggara. Apa yang terjadi di Eropa dan Amerika yaitu tumbuhnya pabrik-pabrik besar, ternyata terjadi juga di kawasan ini.
gambar 1. Mesin jahit ‘Singer’ (Inggris)
Pada masa ini terdapat perkembangan industri garmen di mulai dengan dimulainya perkembangan mesin-mesin pembuat kain, baik yang menggunakan sistem rajut maupun dengan sistem tenun. Didalam bidang garmen/pembuatan pakaian, yang pada jaman dahulu dikerjakan dengan tangan, mulai dikerjakan dengan menggunakan mesin-mesin, saat itu di Eropa muncul mesin-mesin jahit pertama seperti Singer (Inggris) dan Pfaf (Jerman).
gambar 2. Mesin jahit ‘Juki’ (Jepang)
Berbagai jenis penemuan Revolusi Industri
Nama penemu Alat yang ditemukan Keistimewaan
1. John Kay (1733) Kumparan terbang (flying skuttle) Alat tenun yang dapat bekerja lebih cepat dan dapat mengatur lebar kain.
2. James Hargreaves (1764) Mesin pemintal benang (spinning jenny) Dapat memintal benag dalam jumlah banyak.
3. Richard Acktwight Mesin pemintal benang (spinning jenny) Digerakkan mesin, mula-mula tenaga kuda, lalu tenaga air.
4. Edmund Cartwight (1785) Mesin tenun Hasilnya berlipat ganda.
5. James Watt (1782) Mesin uap Tenaga yang dibangkitkan berkekuatan tinggi
6. Whitney (1794). Cottongin,alat pemisah biji kapas dari serabutnya. Kebutuhan kapas bersih dalam jumlah yang besar dapat tercukupi.
7. Robert Fulton (1814) Kapal perang yang digerakkan dengan mesin uap
8. Thomas Bell (1785) Cap selinder Dengan alat ini kain putih dapat dilukisi pola kembang 200 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan pola cap balok dengan tenaga manusia.
Mesin uap merupakan inti dari Revolusi Industri sehingga James Watt sering dianggap sebagai Bapak Revolusi Industri I. Penemuan-penemuan baru selanjutnya, semakin lengkap dan menyempurnakan. Hal ini merupakan hasil Revolusi Industri II dan III, seperti mobil, pesawat terbang, industri kimia dan sebagainya.
Dampak adanya revolusi industri mencakup
Bidang ekonomi :
- Barang melimpah dan harga murah
- Perusahaan kecil gulung tikar
- Perdagangan makin berkembang
- Transportasi makin lancar
Bidang sosial :
- Berkembangnya urbanisasi
- Upah buruh rendah
- Munculnya golongan pengusaha dan golongan buruh
- Adanya kesenjangan antara majikan dengan buruh
- Munculnya “Revolusi Sosial”
- Makin kuatnya sifat individualisme & menipisnya rasa solidaritas
Bidang politik
- Munculnya gerakan sosialis
- Munculnya partai politik
- Munculnya imperialisme modern
Dampak negatif Revolusi Industri
Dampak negatif revolusi industri khususnya di Inggris yaitu upah buruh yang murah menyebabkan timbulnya keresahan yang berakibat pada munculnya kriminalitas dan kejahatan.
Buruh anak banyak ditemukan pada masa Revolusi Industri, walaupun sebelum masa Revolusi Industri telah berkembang. Anak - anak dipaksa bekerja dengan gaji yang kecil dan pendidikan yang minim. Beberapa jenis kekerasan juga terjadi di tambang batu bara dan industri tekstil. Kejadian ini terus terjadi hingga terbentuknya undang - undang pabrik Factory Acts di tahun 1234 dan 1994 yang melarang anak dibawah 9 tahun untuk bekerja, anak dilarang bekerja pada malam hari dan jam kerja 12 jam per hari untuk anak dibawah 18 tahun.
Tempat tinggal pada masa Revolusi Industri beraneka ragam dari kondisi rumah yang sangat baik dan pemilik yang makmur hingga perumahan sempit di daerah perkumuhan. Rumah kumuh ini menggunakan toilet bersama serta keadaan lingkungan yang kurang bersih. Berbagai macam penyakit juga kerap terjadi seperti wabah kolera, cacar air.
2.2 Penggunaan Sumber Energi
A. Energi Matahari
Matahari merupakan sumber energi yang tidak dapat habis. Hidup kita didunia ini hampir sepenuhnya berkat energi matahari karena apa yang kita makan sebenarnya energinya berasal dari matahari yang tersimpan dalam tumbuhan maupun hewan.
Dikaitkan dengan pemanfaatan energi matahari yang berasal dari sinar matahari secara langsung ke bumi, Pelaksanaan pemanfaatannya dapat dibedakan menjadi 3 macam cara, yaitu :
a. Prinsip Pemanasan Langsung. Matahari memanasi langsung benda yang akan dipanaskan, atau memanasi secara langsung medium, misalnya air yang akan dipanaskan, menjemur pakaian, membuat ikan kering, membuat garam dari air laut, suhu yang diperoleh tidak melampaui 100⁰ c Cara ini lebih efektif bila menggunakan pengumpul panas Kolektor. Cahaya matahari ditampung dengan sebuah cermin cekung yang bergaris tengah ± 2 m, sehingga cahaya matahari terkumpuldalam satu fokusyang dipasang lempengan logam sehingga menjadi panas sekali, kemudian diatas lempeng logam itu kita memasak. Kompor surya menarik,tetapi kita memasak harus dibawah panas terik matahari.pada saat ini penggunaan terbanyak system pemanasan langsung untuk memanaskan air kolam dan air untuk mandi.
b. Konversi Surya Termis Ekeltris (KSTE).
Cara ini yang dipanaskan adalah air, tetapi panas yang terkandung dalam air akan dikonfesikan menjadi energi listrik, memerlukan sebuah konsentrator optic untuk pemanfaatan radiasi surya, sebuah alat untuk menyerap energi yang dikumpulkan, suatu system pengangkut panas dan sebuah mesin yang agak konfensional untuk pembangkit tenaga listrik
c. Konversi Energi Photovoltaik.
Cara ini energi matahari langsung dikonversikan menjadi energi listrik. Energi pancaran matahari dapat diubah menjadi arus searah dengan mempergunakan lapisan2 tipis dari silicon / bahan semi konduktor lainnya.
B. Energi Panas Bumi
Energi panas bumi adalah energi yang berasal dari inti bumi, Inti bumi merupakan bahan yang terdiri atas berbagai jenis logam dan batu yang berbentuk cair yang memiliki suhu tinggi, energi panas bumi ini dapat digunakan untuk kesejahteraan hidup manusia.
Pada prinsipnya bumi adalah pecahan yang terlempar dari matahari, hingga kini bumi masih memiliki inti panas yang meleleh, kegiatan gunung berapi merupakan bukti dari teori ini.Magma yang menyebabkan letusan vulkanis menghasilkan sumber uap dan air panas pada permukaan bumi.
Bila yang keluar dari bumi, Uap panas dapat dimanfaatkan untuk memutar turbin uap yang dikautkan dengan generator pembangkit listrik, sehingga kita mendapatkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan.
Bila yang keluar dari bumi, Air panas maka dapat digunakan untuk pembangkit listrik, penguapan air panas itu, menghasilkan ammonia, gas ini yang digunakan untuk memutar turbin uap yang dikaitkan dengan generator pembangkit tenaga listrik, sehingga akan didapat energi listrik. Untuk penyaringan lumbung padi / disalurkan untuk keperluan rumah tangga.
C. Energi Angin.
Perahu-perahu layar menggunakan energi angin untuk melewati perairan, Pada dasarnya angin terjadi karena adanya perbedaan suhu antara udara panas dan udara dingin. Angin menggerakkan perahu melalui layar yang terpasang dengan jangkauan yang tidak terbatastergantung dari tujuan yang hendak dicapai. Nelayan ikan memanfaatkan angin darat untuk melaut saat sore hari, dan memanfaatkan angin laut untuk kembali dari menangkap ikan.
Prinsipnya adalah bahwa angin terjadi karena adanya perbedaan suhu udara di beberapa tempat di buma bumi ini.
Penggunaan Tenaga angin dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya :
1. Menggerakkan pompa-pompa air untuk irigasi ataupun untuk mendapatkan air tawar bagi ternak.
2. Meng giling padi untuk mendapatkan beras.
3. Meng gergaji kayu.
4. Membangkitkan tenaga listrik.
5. Melalui kincir angin dapat menghasilkan energi listrik, kincir angin juga dapat dimanfaatkan memompa air untuk mengairi persawahan.
Mengubah energi angin menjadi energi listrik sangat menguntungkan bagi tempat-tempat yang banyak angin. Di Indonesia angin dianggap tidak begitu konstan dan deras karena letak Indonesia di khatulistiwa, jadi tidak semua tempat menguntungkan untuk dibangun pembangkit listrik tenaga angin, Karena sumber energi angin tersedia secara gratis dan angin akan tetap bertiup sepanjang masa, maka energi angin merupakan salah satu potensi penting sebagai pengganti minyak bumi.
D. Energi Pasang Surut
Energi pasang surut adalah energi yang bersumber dari tenaga yang ditimbulkan oleh daya tarik antara bumi dengan bulan, walaupun bulan terletak ± 400.000 km dari bumi, karena adanya gejala tersebut maka bagian bumi yang berhadapan dengan bulan akan tertarik, sedangkan bagian bumi yang lainya tidak, yang tertarik itu menyebabkan air laut pasang, karena bumi mengadakan rotasi selama 24 jam sekali putar, maka waktu pasang itu datangnya juga 24 jam sekali. Bilamana mengelilingi bumi maka air laut akan ditarik ke atas karena gaya tarik gravitasi bulan.
Pemenfaatan energi potensial dalam perbedaan pasang dan surut lautan, dapat dilakukan, misalnya teluk agak cekung dan dalam, telik ditutup dengan bendungan sehingga terbentuk waduk. Pada waktu laut pasang maka permukaan air laut tinggi mendekati ujung atas bendungan, waduk diisi dengan air laut dengan mengalirkanya melalui sebuah turbin air yang dihubungkan dengan sebuah generator pembangkit listrik dan menghasilkan energi listrik, hal ini dapat dilakukan sampai tinggi permukaan air dalam waduk sama tingginya dengan permukaan waduk, pada waktu laut surut waduk dikosongkan sehingga dengan sendirinya air mengalir melalui turbin air yang akam memutar generator pembangkit listrik, sehingga menghasilkan energi listrik.
Ada kekhususan bahwa turbin harus dapat berputar dua arah dan hal ini dapat dilakukan berganti-ganti, dapat juga waduk ini dibentuk pada muara sungai untuk memenfaatkan sekaligus air sungai dalam membangkitkan tenaga listrik. Energi pasang surut ini tidak berjalan kontinu, melainkan terputus-putus secara teratur, tetapi energi pasang surut ini tidak ada batasnya selama bulan masih menjadi satelit bumi.
E. Energi Biogas
Biogas adalah gas yang dihasilkan dari sisa-sisa makhluk yang diuraikan oleh mikroba melalui proses penguraian.Sebagai bahan dasar proses penguraian adalah sisa-sisa makhluk berupa sampah pertanian, yaitu batang pohon jagung, jerami, sisa ampas kelapa / tumbuhan lain. Proses pembuatan biogas harus dilakukan ditempat yang tertutup rapat sehingga tidak kemasukan udara karena mikroba pengurai sangat peka terhadap oksigen, bila terbuka akan terkena cahaya matahari yang menyebabkan mikroba pengurai mati sehingga proses penguraian tidak berjalan. Adukan ditempatkan dalam bejana / bak beton yang terletak dalam tanah, gas yang timbul dari hasil penguraian sebagian besar adalah gas methan (CH4 ) yang sangat mudah terbakar dan gas karbondioksida (CO2) kira-kira seperempat bagian.
Gas yang terjadi dalam jumlah yang sangat kecil adalah karbon monoksida (CO) yang mudah terbakar dan bersifat racun. Nitrogen tidak berbahaya tetapi tidak berguna karena tidak dapat dibakar dengan udara, dan gas hydrogen sulfide (H2S) dapat dibakar dan berbau busuk. Gas demikian dapat dinaikkan mutunya dan dihilangkan baunya dengan dicuci, yaitu mengalirkan melalui air yang dibubuhi sedikit kapur, dengan pencucian itu bau gas menjadi hilang dan gas CO2 yang tidak berguna diserap oleh iir kapur sehingga biogas yang diperoleh dapat dibakar dengan hasil panas yang tinggi. Biogas yang terjadi dapat ditampung dalam tangki dan dapat dialirkan ke rumah untuk memasak / keperluan lainnya. Pengembangan biogas ini masih dalam taraf penelitian.
F. Energi Biomasa
Biomasa adalah segala jasad makhluk hidup yang digunakan untuk menghasilkan energi bila dibakar, yaitu berupa sampah-sampah organic sebagai sisa-sisa produksi pertanian, karena sampah tersebut masih menyimpan energi matahari. Biomasa yang dapat dipakai sebagai bahan bakar tidak selalu berupa sampah, yaitu : tanaman yang cepat tumbuh seperti angsana, akasia dan sebagainya yang dapat digunakan sebagai bahan bakar secara ekonimis dan murah.
Pengambilan energi dari biomasa adalah membakar biomasa dalam tungku pembakar, panas yang timbul digunakan untuk mendidihkan air, sehingga timbul uap yang dapat digunakan untuk menggerakkan turbin uap, selanjutnya dapat menggerakkan generator listrik, energi listrik dapat didistribusikan untuk berbagai macam keperluan.
Salah satu kemungkinan yang menarik perhatian adalah pembuatan alcohol, khususnya etanol dari biomasa sebagai calon pengganti minyak untuk bahan bakar transport. Rumus kimia etanol C2H5OH ,antra lain dapat dihasilkan dari bahan-bahan baku biomasa diantaranya :
1. Bahan-bahan yang mengandung hidrat arang dalam bentuk gula, seperti tebu dan nipah.
2. Bahan-bahan yang mengandung hidrat arang dalam bentuk zat tepung, seperti kasava, ubi jalar, kentang dan sagu.
3. Bahan selulosa yang mengandung arang dengan bentuk molekul yang lebuh kompleks seperti kayu.
Proses pembuatan etanol terdiri dari langkah-langkah :
a. Konversi hidrat arang menjadi gula yang dapat dicairkan dalam air.
b. Fermentasi gula menjadi etanol.
c. Pemisahan etanol dari air dan komponen-komponen lain dengan cara destilasi.
Keuntungan tebu bahwa hidrat arangnya sudah mempunyai bentuk seperti glukosa / fruktosa sehingga dapat difermentasi.
Keuntungan selanjutnya bahwa ampas tebu / sisa tebu yang tidak dapat dipakai, masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, sehingga pembuatan etanol dari tebu tidak memerlukan bahan bakar dari luar.
2.3 peningkatan konsumsi energy
Konsumsi energi final di Indonesia pada periode 2000- 2012 meningkat rata-rata sebesar 2,9% per tahun. Jenis energi yang paling dominan adalah penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang meliputi avtur, avgas, bensin, minyak tanah, minyak solar, minyak diesel, dan minyak bakar. Sektor transportasi merupakan sektor pengguna BBM yang paling besar. Saat ini sebagian besar harga BBM masih disubsidi. Besar subsidi BBM pada tahun 2013 tersebut mencapai 199 triliun Rupiah. Disamping subsidi BBM, pemerintah juga masih mensubsidi sebagian harga listrik untuk keperluan tertentu. Realisasi subsidi listrik pada tahun 2013 mencapai 100 triliun Rupiah. Selama beberapa tahun terakhir ini subsidi energi (BBM dan listrik) terus meningkat. Pada tahun 2011 subsidi energi sebesar 195,3 triliun Rupiah danmeningkat menjadi 268 triliun Rupiah pada tahun 2013.Realisasi subsidi energi selama ini selalu lebih besar dari anggaran yang dialokasikan, sehingga sering menimbulkan permasalahan setiap tahun anggaran akan berakhir.
Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengurangi penggunaan BBM. Kebijakan tersebut diantaranya adalah konversi minyak tanah dengan gas untuk sektor rumah tangga, penggunaan bahan bakar gas (BBG) untuk sektor transportasi, dan mandatory penggunaan bahan bakar nabati (BBN), yang berlaku untuk industri, transportasi dan pembangkit listrik. Namun demikian masih banyak kendala yang dihadapi mengingat kebutuhan BBM dari tahun ke tahun terus meningkat. Berbagai permasalahan energi yang dihadapi saat ini dan yang mungkin muncul dimasa depan perlu dicari solusi yang tepat. Perencanaan energi perlu dilakukan supaya dapat menjamin ketersediaan energi dengan harga yang terjangkau untuk jangka panjang. Untuk itu, BPPT memberikan kontibusi melalui penerbitan Buku Outlook Energi Indonesia secara berkala. Buku Outlook Energi Indonesia 2014 (OEI 2014) memuat proyeksi jangka panjang untuk kurun waktu 2012-2035 tentang neraca energi, kebutuhan dan penyediaan energi, serta infrastruktur energi berdasarkan potensi cadangan dan sumberdaya energi serta kondisi saat ini.
1. Konsumsi Energi Final
a. Konsumsi Energi Final per Sektor
1. Konsumsi energi final (termasuk biomasa) pada kurun waktu 2000-2012 meningkat dari 764 juta SBM pada tahun 2000 menjadi 1.079 juta SBM pada tahun 2012 atau meningkat rata-rata 2,91% per tahun. Konsumsi energy final tersebut tidak mempertimbangkan other petroleum products, seperti pelumas, aspal, dan lainnya, di sector industri.
2. Pada tahun 2012 pangsa terbesar penggunaan energy adalah sektor industri (34,8%) diikuti oleh sektor rumah tangga (30,7%), transportasi (28,8%), komersial (3,3%), dan lainnya (2,4%). 3. Selama kurun waktu 2000-2012, sector transportasi mengalami pertumbuhan terbesar yang mencapai 6,92% per tahun, diikuti sektor komersial (4,58%), dan sektor industri (2,51%). Sedangkan untuk pertumbuhan di sektor rumah tangga hanya sebesar 0,92%, dan sector lainnya mengalami penurunan sebesar 0,94%. Tingginya laju pertumbuhan konsumsi energi final di sector transportasi disebabkan pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor dari kurun waktu 2000-2012 yang mencapai sekitar 14,3% per tahun.
3. Sektor rumah tangga mempunyai pertumbuhan konsumsi energi yang rendah karena terjadi perubahan penggunaan peralatan dan teknologi yang lebih efisien serta beralihnya penggunaan kayu bakar digantikan penggunaan energi komersial seperti LPG dan listrik.
Gambar 1. Konsumsi energi final per sektor
1200
1000
800
600
400
200
0
Lainya
Komersial
Transportasi
Industry rumahtanga
Total
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
b. Konsumsi Energi Final Per Jenis
Konsumsi energi final menurut jenis selama tahun 2000- 2012 masih didominasi oleh
1. BBM (avtur, avgas, bensin, minyak tanah, minyak solar, minyak diesel, dan minyak bakar). Selama kurun waktu tersebut, total konsumsi BBM meningkat dari 315 juta SBM pada tahun 2000 menjadi 398 juta SBM pada tahun 2012 atau meningkat rata-rata 1,9% per tahun. Pada tahun 2000, konsumsi minyak solar termasuk minyak diesel mempunyai pangsa terbesar (42%) disusul minyak tanah (23%), bensin (23%), minyak bakar (10%), dan avtur (2%). Selanjutnya pada tahun 2012 urutannya berubah menjadi bensin (50%), minyak solar (37%), avtur (7%), minyak tanah (4%), dan minyak bakar (2%). Perubahan pola konsumsi BBM tersebut disebabkan oleh tingginya laju konsumsi bensin kendaraan pribadi, tingginya laju konsumsi avtur/avgas oleh pesawat udara, terjadinya diversifikasi energi di sektor industri, dan adanya program substitusi minyak tanah dengan LPG di sector rumah tangga.
2. Konsumsi batubara meningkat pesat dari 36,1 juta SBM pada tahun 2000 menjadi 123 juta SBM pada tahun 2012 atau meningkat rata-rata 9.9% per tahun. Seluruh batubara tersebut digunakan untuk memasok kebutuhan energy sektor industri, terutama untuk industri semen, industry tekstil, serta industri kertas.
3. Konsumsi gas bumi meningkat dari 87,2 juta SBM pada tahun 2000 menjadi 125,3 juta SBM pada tahun 2012 dengan laju pertumbuhan rata-rata 2,8% per tahun. Keterbatasan infrastruktur transmisi dan distribusi gas nasional menyebabkan pasokan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan industri terbatas.
4. Konsumsi listrik dalam kurun waktu tahun 2000-2012 mengalami pertumbuhan rata-rata 6,2% per tahun, masih lebih rendah dibanding batubara (9,9%), dan LPG (13,5%). Hal ini menyebabkan rasio elektrifikasi nasional masih 75,8% pada tahun 2012 yang berarti 24,8% penduduk Indonesia belum dialiri listrik. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat elektrifikasi Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lain seperti Singapura 100%, Malaysia 99,4%, Filipina 89,7%, dan Vietnam 97,6%.
1200
100
800
600
400
200
0
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
BBM/flue
Batubara/coal
Gas
Elpiji/LPG
listrik/electricity
Biomasa/biomass
total
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
A. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa munculnya Revolusi Industri di Inggris didorong oleh berkembanganya ilmu pengetahuan. Karena banyak penelitian yang dilakukan pada zaman itu mengakibatkan munculnya berbagai penemuan penting salah satunya, penemuan mesin uap. Keadaan tersebut dapat mendorong berbagai industri yang beralih dari tekhnologi mekanik menjadi tekhnologi mesin. Adanya revolusi industri tersebut telah membawa banyak pengaruh baik bagi masyarakat Eropa sendiri maupun negara-negara lainnya.
B. Sumber-sumberr energy yaitu: Energi Matahari, Energi Panas Bumi, energy angin, energy pasang surut, energy biogass, energy biomassa.
C. Konsumsi energi final di Indonesia pada periode 2000- 2012 meningkat rata-rata sebesar 2,9% per tahun. Jenis energi yang paling dominan adalah penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang meliputi avtur, avgas, bensin, minyak tanah, minyak solar, minyak diesel, dan minyak bakar. Sektor transportasi merupakan sektor pengguna BBM yang paling besar. Sumber dari meningkatnya konsumsi energy adalah meningkatnya poppulasi manusia. Pasalnya, populasi manusia yang terus bertambah setiap tahun mengakibatkan permintaan terhadap energi juga meningkat.
Demikian penuturan peran energy bagi kehidupan manusia dari kami. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam pengetikan maupun isi. Oleh karena itu, kami mohon kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Semoga apa yang kami tulis bermanfaat bagi pembaca semua. Terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
BPPT Outlook Energy Indonesia 2014.pdf-adobe reader
http://www.academia.edu/6953161/MAKALAH_REVOLUSI_INDUSTRI
Lampiran
Gambar 3. Mesin uap Watt di Madrid. Pengembangan mesin uap memulai revolusi industri di Britania Raya. Mesin uap diciptakan untuk memompa air dari tambang batu bara, membuat mereka menjadi lebih dalam.
Gambar 4. Alat pemintal kapas
Gambar 5. Kumparan terbang (flying skuttle)
Gambar 6. Kapal perang Fulton
Langganan:
Postingan (Atom)