Jumat, 08 Januari 2016
industry batu bata merah di Andoolo utama kab.Konawe Selatan
TUGAS
Geografi ekonomi
“industry batu bata merah”
Di susun oleh ;
ANDIKA DWI WIDIYANTORO
A1A414125
JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015
INDUSTRI YANG DAPAT DIKEMBANGKAN DI DESA SILEA JAYA KEC.ANDOOLO UTAMA KAB.KONAWE SELATAN SALAH SATUNYA ADALAH BATU BATA
*Didaerah desa silea jaya kec.andoolo utama kab.konawe selatan,merupakan daerah yg menyimpan kekayaan dibidang kesuburan tanah dan masyarakat pd umumnya bekerja sebagai petani termasuk mengolah bukit-bukit untuk digunakan batu bata merah yg merupakan salah satu potensi yg dapat dikembangkan selain dari hasil-hasil pertanian karna seperti yg kita ketahui bersama bahan baku batu bata merah didaerah desa silea jaya kec.andoolo utama kab.konawe selatan sangat mendukung dan melimpah sehingga banyak industry batu bata merah bermunculan didaerah tersebut.
PENGENALAN BATU BATA
A. PENGERTIAN BATU BATA
Batu bata adalah sebuah gumpalan batu yang dibuat dari campuran tanah liat dan tanah abu yang dibakar dan dibentuk seperti balok sebagai bahan pokok membuat suatu bangunan ataupun konstruksi.
Menurut NI-10, SII-0021-78 :
“Batu bata adalah bahan bangunan yang diperuntukkan untuk kontruksi, dibuat dari tanah liat atau tanpa campuran bahan lain, dibakar dengan suhu yang tinggi, sehinga tidak mudah hancur bila direndam.”Batu bata merupakan salah satu bahan material sebagai bahan pembuat dinding. Batu bata terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah merahan. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan batu bata semakin menurun. Munculnya material-material baru seperti gipsum dan bambu yang telah diolah, cenderung lebih dipilih karena memiliki harga lebih murah dan secara arsitektur lebih indah.
Batu Bata dalam sebuah bangunan rumah memiliki peranan yang sangat vital, seindah apapun rumah tanpa batu bata belum bisa dikatakan sebuah rumah. Namun seiring perkembangan arsitektur, batu bata tak hanya sebatas pelindung sebuah rumah semata, kini peranan batu bata bergeser kearah yang lebih luas.
Sifat bata dalam penggunaan sebagai bahan bangunan :
a. Ukuran dan bentuk bata
b.Kematangan
c.Berat jenis bata
d. Kekuatan tekan
e.Daya absorbsi
f.Pengaruh bahan
g.Pengaruh garam
h.Bebas dari retak
B.PROSES PEMBUATAN BATU BATA/MEKANISME KERJA
1.Sediakan alat dan bahan yang akan digunakan
Bahan :
a. Tanah liat
b.Pasir
c.Air
d.Sekam padi
e.Kayu
Kayu ini berfungsi untuk membakar batu bata. Banyaknya kayu yang dibutuhkan bergantung pada banyaknya bata yang akan dibakar.
Alat :
a.Mesin bajak
Alat ini digunakan untuk mengaduk semua bahan supaya tercampur merata.
b. Gerobak
Digunakan untuk mengangkut hasil adukan ketempat pencetakan.
c. Alat cetak dan meja cetak
Alat cetak dan meja cetak terbuat dari kayu dan alat cetak ini memiliki 6 kolom,
d. Cangkul
Cangkul ini berpungsi untuk menggali tanah atau mengaduk tanah.
e. Plastik
Plastik ini berpungsi untuk menutupi batu bata yang sudah di cetak dan yang sudah melalui proses pengadukan, untuk menghindari guyuran air hujan. Batu bata yang baru saja di cetak bila terkena air hujan bisa merusak batu bata dan akan memperlambat keringnya batu bata.
2.Proses Pengolahan Tanah
Sediakan tanah yang akan di cetak dengan cara:
a.Cangkul tanah liat yang akan digunakan untuk adukan .
b.Masukkan tanah kedalam kolam tempat pengadukan.
c.Tambahkan air secukupnya.
d Tambahkan pasir. Perbandingan tanah liat dan pasir = 1 : 2
e. Nyalakan mesin bajak, giling sampai semua bahan tercampur rata.
f. Setelah campuran merata hentikan pengadukan.
g. Angkut campuran bahan ketempat pencetakan.
3. Proses pencetakan
a. Setelah proses pengolahan tanah selesai, angkat tanah ketempat pencetakan, diamkan selama setengah sampai satu hari sambil ditutup dengan plastik.
b. Sebelum kita melakukan pencetakan , taburi cetakan dengan abu terlebih dahulu agar cetakan tidak lengket. Begitu juga dengan meja cetaknya.
c. Ambil tanah yang telah didiamkan tadi, letakkan dan masukkan dalam cetakan yang telah di letakkan di atas meja. Kemudian pukulkan tanah yang telah di masukkan ke dalam cetakan itu agar tanah benar-benar padat.
d. Angkat cetakan dengan sedikit menggoyangkannya, hingga bata keluar dari cetakan.
4. Proses Pengeringan bata
a. Setelah dicetak, kemudian batu bata yang masih basah di susun memanjang dan melebar sesuai kapasitas tempat.
b. Setelah disusun batu bata tersebut di angin-anginkan untuk di keringkan, proses pengeringan waktunya 1 minggu bila keadaan cuaca panas, tapi jika keadaan cuaca hujan atau mendung bisa memakan waktu lebih lama. Tujuan di keringkan supaya daya ikatan bahan tanah kuat dan tidak mudah patah.
c. Usahakan bata yang di keringkan jangan terlalu terkena sinar matahari karena akan membawa dampak negatif bagi kualitas bata
5. Proses Pembakaran Bata
a. Setelah batu bata tadi benar-benar kering maka batu bata kering tersebut dibakar selama di 1 minggu waktunya siang-malam disebuah ruangan ,atau di sebut Open batu bata yang ruang pembakarannya bisa menampung 15.000 – 20.000 bata. Bahan bakarnya berupa kayu bakar atau menggunakan sekam.
b. Setelah itu batu bata disusun, lalu diatas tumpukkan batu bata diberi genteng, agar panasnya merata selain itu juga ,mengurangi asap dari pembakaran itu.
c. Dalam proses pembakaran diperlukan 3 orang pekerja, karena untuk bergilir menjaga kestabilan panas, agar batu bata yang dihasilkan berkualitas. Bahan bakar yang dipakai adalah kayu. Karena dengan kayu ,pembakarnnya cepat selesai selain itu juga pembakaran dengan kayu, panas yang ditimbulkan sangat besar dari pada memakai sekam.
d. Setelah pembakaran selesai tumpukkan batu bata tersebut di buka pelahan – lahan dan diangin- anginkan selama 4 hari.
6.Pendinginan Bata
Pendinginan bata di lakukan selama 1 minggu dan di susun di tempat yang teduh kemudian bata siap di perjual belikan.
*IDENTITAS MESIN
Mesin bata yang digunakan pada proses pengadukan bisa didapatkan dipasaran. Menurut sumber yang kami terima, ada mesin bata yang di perjual belikan di pasaran, tapi tidak ada merk khusus. Mesin yang digunakan sama dengan mesin untuk membajak disawah.
*PRODUKSI
Dalam satu hari pabrik ini bisa menghasilkan 1500 bata siap cetak dengan ukuran dan dimensi :
Panjang : 10 cm
Lebar : 5 cm
Tebal : 4.5 cm
*PEMASARAN
Dari segi pemasaran, batu bata ini masih dipasarkan di toko-toko terdekat dan sekitar daerah konawe selatan. Karena usaha batu bata ini masih kecil-kecilan dan masih baru, jadinya pemasarannya cuma dalam cangkupan lokal.
Untuk pemasaran, pelanggan bisa langsung datang kepabrik tempat pencetakan dan pabrik bata ini juga menyediakan jasa pengangkutan bagi pelanggan yang tidak mempunyai transportasi untuk mengangkut sendiri.Di pabrik ini, batu bata dihargai Rp. 400 / biji kalau pelanggan langsung datang kepabrik, tapi harga bisa berubah jika memakai jasa pengangkutan dari pabrik.
C.FAKTOR PRODUKSI YG DIKEMBANGKAN
Faktor produksi yang dikembangkan,berhubungan dengan melimpahnya bahan baku yaitu kualitas hasil produksi serta alat-alat yang digunakan harus dikembangkan agar menghasilkan produk yang lebih berkualitas tinggi sehingga dapat bersaing dipasar yang lebih luas yaitu pemasaran kedaerah lain misalya kendari dan daerah lain.
D.ALASAN MEMILIH INDUSTRI
Berbagai faktor yang ikut dipertimbangkan dalam menentukan lokasi, antara lain ketersediaan bahan baku, upah buruh, jaminan keamanan, fasilitas penunjang, daya serap pasar lokal, dan aksesibilitas dari tempat produksi ke wilayah pemasaran yang dituju, stabilitas politik suatu daearah, dan kebijakan daerah (peraturan daerah).
*teori tempat yg sentral
Didaerah desa.silea jaya kec.andoolo utama kab.konawe selatan terdapat bahan baku yang melimpah yaitu tanah liat yg sangat mudah didapatkan serta batu bata merah merupakan bahan pokok membuat suatu bangunan ataupun konstruksi sehingga tidak mengalami kesulitan dalam hal pemasaran karna daerah konawe selatan merupakan daerah yg sedang berkembang sehingga banyak pembangunan/kontruksi di daerah tersebut. contohnya pembangunan perkantoran didaerah ibu kota konawe selatan yg sangat membutuhkan banyak bahan baku dalam hal ini batu bata merah yg merupakan alasan industry batu bata merah bermunculan didaerah konawe selatan.serta aksesbilitas didaerah konawe selatan cukup baik sehingga sangat mendorong berkembangnya industry tersebut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar